Kerinduan

Sesak di dalam ulu hati
berdegup kencang di rima diri
setelah memegang wajahmu yang abstrak
sketsa lekuk wajahmu masih terisak

Bulan sedang montok di sana
menyeruak penuh gaya dia memesona
kewarasan yang telah paripurna
terbungkus perut memuntahkan anak naga 

Cinta habis dosis
berkedip manis di antara pelipis
pada malam yang sedikit apatis
di dalam hati yang masih mistis

Sementara mendung mulai menebal
aku terkubur utuh dan runtuh di dalam koral
berpegang erat di bawah kapal
memeluk buih, berteman palung terjal.

September, 2013
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiKerinduan
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top