Ketika Hanya Berdua
(-MM)

Kita hanya berdua. Hanya ada aku dan engkau di kamar ini. Di meja ada sebilah pisau. Di dalam tubuh ada darah yang mendidih. Di matamu, ada separuh hidup yang berantakan dengan waktu-waktu berlinangan seperti airmata. Kita duduk. Kepalamu tertunduk: melihat mata pisau itu berkerjap-kerjap. Untuk apa pisau ini, tanyamu. Mengapa mata pisau itu berkilat-kilat, katamu. Aku belum pernah melihat pemandangan ini sebelumnya. Apakah ini penunjuk waktu? Apakah kita masih punya waktu? Aku menoleh ke jendela. Ada pekarangan luas di belakang rumah yang ditumbuhi semak dan belukar. Ada hati beku. Wajah yang keruh.

Desember, 2009
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiKetika Hanya Berdua
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top