Bisnis

header ads

Puisi: Ketika Mendengar Tangis (Karya Piek Ardijanto)

Ketika Mendengar Tangis

Kaudengarkah tangis bocah itu sejak tadi
suaranya menebari desa sunyi
merambati bibir-bibir air sepi
mungkin ibunya ke pasar kota belum kembali.

Ajaklah kemari kita bawa nembang gambang suling
di tepi rawa pening begini hening
sementara dari dangau kita menghalau gelatik dan pipit peking
yang mau neba merusak bulir-bulir padi mulai menguning.

Jiwanya kan terajun tembang kita
raganya kan terselimuti udara begini segarnya
pasti sebentar saja dia pulas di sini
meski jarum-jarum mentari lepas menusuki kulit bumi.

Biarkan dia mendengkur tetap di pangkuanmu
sementara kita terus berlagu
barangkali dia kan mekarkan mimpinya yang indah
tentang dunianya yang sumringah.

Solo, 1984
"Puisi Piek Ardijanto"
PuisiKetika Mendengar Tangis
Karya: Piek Ardijanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar