loading...

Lembar Usang Nota Wanita

Seketika detik terhenti di sebuah angkot kota
memuntahkan satu pasang kepala manusia
masih berbusana, mata sipit, dan bernyawa
lengkap dengan dada dan paras cantik sang dara.
Seketika berlumur keringat pria di sekitarnya
goresan cakaran kuku di rusuk dada begitu nyata
menghirup darah celah selangkangan kakinya
menjadi akhir dari sehelai kain yang terbang bermula.

Mendadak lidah kelu
pita suara robek membisu
menggeliat penuh tawa tertancap sembilu
bertindih-tindih hujan hukum rimba berlaku.

Sementara di balik ranting dedaun akasia
berjuta pasang mata manusia melihatnya
memasang raut muka muram tanpa berbuat apa
sebuk menghujat dalam nadi nestapa

Bayangan mereka berlari sendiri
dengan tubuh diam kelam seolah mengamini
penjarahan lubang tubuh paksa siang tadi
perilaku binatang sejumlah pria yang tak dikenali

Sementara aspal panas menjadi kasur permintaan bejat
kasih para pelaknat dengan mulut menjulur-menjilat
terbujur bangkai-bangkai wanita yang mati rasa
berpandang kosong pada kalian semua!

Surakarta, 2 April 2013
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Lembar Usang Nota Wanita
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top