Bisnis

header ads

Puisi: Maklumat Hargo Dumilah

Maklumat Hargo Dumilah

Adalah kabut, yang membuat pandanganmu berlumut. Agar kau kembali berpikir apakah niatmu masih pasang atau surut. Meski aku tak lebih hanya sebagai tugu penyambut, tetapi aku tetap benci penakut, apalagi pengecut - yang lebih mulia bersembunyi di bawah selimut. Sungguh, aku hanya ingin mengundang para pemberani yang bersenjatakan kaki dan nyali, bukan para sesumbar yang mahir mengendarai mulut.

Adalah ketinggian, yang mahir membujuk agar langkahmu kesemutan, peluh bersorak berlarian, udara enggan mengunjungi tenggorokan. Lalu kau nampak kehausan. Ini adalah petualangan. Hai, bangun, ini bukan mendaki gedung tertinggi, dengan tombol lift yang membuat perjalananmu semudah membalik telapak tangan. Di sini kau akan tersadar, isi perutmu adalah beban. Keberhasilanmu adalah membuatnya tampak meniadakan.

Adalah dingin, yang menusuk-nusuk tulang. Yang melatihmu agar sebeku karang dihantam gelombang. Alasan kau mengambil keputusan: lanjut atau pulang. Tak perlu merasa canggung, meski jalan hidupmu adalah legenda bagi setiap orang. Bagaimana kau menyusun kisahmu: menjadi kisah kancil yang beruntung ataukah pungguk perindu yang malang. Sebab keputusan kini ada di tanganmu, wahai pejuang!

Adalah sunyi, yang membuat bulu kudukmu meremang. Jika kau berangkat saat malam menjelang. Tak perlu risau hanya bermodal cahaya bulan dan lampu senter, dan merasa jalan setapak menjadi semakin garang. Percayalah, hatimu adalah jalan paling lapang, tenang, dan terang. Selain sepasukan 
pengawal yang setia mengantarkanmu padaku, menjagamu semenjak datang, hingga beranjak pulang.


Surakarta-Magetan, 16 September 2013
Hargo Dumilah: puncak tertinggi Gunung Lawu yang berada di ketinggian 3265 mdpl
"Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa"
PuisiMaklumat Hargo Dumilah
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar