loading...

Malaikat untuk Ibu

Di antara tiris hujan aku melihat bayangan dua malaikat  tanpa jas hujan. Keduanya basah dan menggigil kedinginan. Di selang-seling hujan itu, aku juga melihat cahaya kilat yang menjelaskan pemandangan yang keruh sementara hujan terus berjatuhan. Air-air itu menimpa tanah, dan ke kepala mereka. Juga kepalaku. Di mana rumahku? Cahaya kilat memperlihatkan rumahku ditimpa air yang deras. Awalnya rumah itu gelap, tapi lambat laun menjadi terang bercahaya. Menakjubkan. Aku ingin mengajak para malaikat itu ke rumahku yang lebam didera hujan. Aku ingin memperkenalkan mereka pada ibu.

2009
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiMalaikat untuk Ibu
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top