loading...

Matahari Musim Semi

Burung jalak itu sudah lama tak kudengar suaranya lagi,
sejak bulan bulan dingin menjadi hari demi hari.

Semua berjalan seperti tak terduga kejadian demi kejadian,
atau langkah langkah datang dibawa rasa dan impian.

Ada yang jatuh lalu berpecahan melukai kepingan masa lalu,
dan apa yang jadi buah pikiran itu jadi gumpalan bisu.

Matahari musim semi pagi ini menembus kaca jendela,
mengetuk hatiku yang pintunya senantiasa terbuka.

"Puisi Mawie Ananta Jonie"
PuisiMatahari Musim Semi
Karya: Mawie Ananta Jonie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top