Membaca Surat Kecil

Aku tak tahu dimana kau akan mati
di antara geliat kota sembilan tahun wajib belajar
kau membawa karung kecil ke arah tumpukan sampah
mengibarkan bendera merah tinggalkan taman bermain.

Tak sudi mengemis - meminta hakmu pada mereka
kau tak banyak bicara atau sekadar lantunkan duka
sebab jangankan antara geriap kesibukan kota baja
sekumpulan penyair yang meminjam namamu pun
sibuk menguliti diri, menutup pintu, mematikan lampu
di dalam kamar menelanjangi kata-kata dusta.

Dan penghuni rumah-rumah-Nya itu, apalah lagi diharap?
Mereka sibuk meminta berkah di hamparan sajadah
mengharap butiran tasbih gelincirkan desah-gelisah
sedangkan kau, tak pernah ada dalam doa-doa.

Sungguh aku tak tahu dimana kau akan mati
bertahun di atas kardus merebah harapan
di depan toko malammu memucuk api
antara desing jalanan yang mengakrabi
mungkinkah di sanakah kau akan mati?
Mungkin, ya mungkin! Tanpa tangisan.

Cilegon, Banten
5 November 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiMembaca Surat Kecil
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top