Menanggapi Bumi

Bumi subur hampir tandus
diserbu beribu-ribu tikus
gersang tanah garapan
mempersempit hidup
harapan perlu obat
pemusnah hama
asap belerang diembuskan lewat pintu-pintu lubang
atau membongkar segenap pematang

Ya Allah, ya Rabbi
bila tidak, kata warisan nenek moyang bakal sirna
ilang angkaraning bumi
kami berdoa dan berusaha,

Ya Allah sebelum pada akhirnya kepada-Mu kami pasrah.

1998
"Puisi Piek Ardijanto"
PuisiMenanggapi Bumi
Karya: Piek Ardijanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top