loading...

Menatap Erosi

Erosi tanah terkikis banjir
melahirkan kelaparan di mana-mana
sejauh mata mampu memandang
selama telinga mau mendengarkan

Erosi hati serta pikir
melahirkan keresahan di mana-mana
sejauh mata menangkap
selama telinga menyadap.

Ya Allah, Yang Maha Adil
beberapa insan di papan horisontal mampu mendaki sampai titik zenith
sekali waktu ada yang terpental ke noktah nadir.

Ya Allah, ya Sang Khalik
aku amat sangat yakin sepanjang waktu tangan-Mu
yang mengemudikan cakra menggilingan.

1998
"Puisi Piek Ardijanto"
PuisiMenatap Erosi
Karya: Piek Ardijanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top