Menembak Awan

Kemarau begini panjang
ladang-ladang kerontang
bergurulah kepada musim sebelum menembak awan.

Kemarau memang panjang
sawah-sawah retak rengkah
belajarlah kepada angin sebelum menembak awan.

Jangan numbuhkan pedih
gumpalan awan putih justru menyerpih-serpih
kami rindukan hujan pembasah bumi
pembasuh hati
tinggal sebakul ketela serta biji jagung tua
dapur tak berasap
lapar meruap siapa dan bila menembak awan.

1998
"Puisi Piek Ardijanto"
PuisiMenembak Awan
Karya: Piek Ardijanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top