Monolog kepada Sahabat

Masih ingatkah ketika kau memelukku dengan satu tikaman di punggung? Berbisik "Tersenyumlah!" lantas melenggangkan tawa, hingga langit-langit itu sesak suaramu.

Sejenak kutawar senyum, tapi maut terlanjur meranum. Liang tanah yang tergali perih teriak "Belum saatnya!" sedangkan tak ada sesiapa untuk menopang gemetar raga.

Seketika sekelibat wajah kecil bersua lantang melirih "telah tertelan luka, telah tersimpan duka-lara dalam sekotak hidup" di dadaku semua bergemuruh dalam jelaga dan aku tersungkur menanti pertanda.

Cilegon, Banten
08 April 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiMonolog kepada Sahabat
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top