loading...

Munajat Perjalanan

Setiap kali melewati pusat kota
aku menyaksikan liku-laku kalap
bertukar wajah - bertukar wujud
manusia: batu, binatang: mengiblis
antara banjaran ayat dan laknat.

Sempoyong angin berbisik padaku
“Tuhan di tempat asing yang jauh”
langgam qasidah jadi kerinduan
antara kelangenan yang mewabah.

Ah! Wahai dzat maha dahsyat
jika sampai ritus perjalanan ini
ihlasku terampas dan terhempas
hingga bebas seluruhku dari ruang
menemu titik pusat peta mata-Mu
yang  semburat di kaki langit itu.

Cilegon, Banten
2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiMunajat Perjalanan
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top