Naluri Insani

Naluri insani
melantai merantai
menyambangi, mengerudungi sepi ini.

Kacamata suci
dari sejarah di atas api.
Suara-suara nanti,
nyelekit bukan main.

Mengapa membeli ketenangan,
jika mampu membeli kedamaian?
Mengapa membeli gedung besar,
jika mampu membeli keluarga besar?

Sayangnya kita tidak membeli.
(Beberapa sayang memang tidak terbeli
beberapa sayang memang tidak dijual)

2 Februari 2018
"Puisi: Naluri Insani"
Puisi: Naluri Insani
Oleh: Arief Munandar

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top