Pantai Tirta Samudra
(: Lasinta Ari Nendra Wibawa)
Pada akhirnya, aku memilih cintamu Ari Nendra
lelaki bermata elang berpendar merah membara
menggenggam pasir putih di setiap lipatan senja
bersama buih yang berkerling serupa intan permata.
Kala itu kau memegangi kerang di dada
yang kau dapat di pesisir pantai jepara
mengingatkanku pada ucap wanita setengah baya
tentang cerita berlimpahnya bandeng dan paya-paya
bertemu Amir Hasan, kala menjalankan titah Ayahanda.
Tugas menyebarkan agama dari Sunan Muria
Pulau bawah gunung bernama Karimunjawa
Sementara sepiring kerang dan rajungan telah matang
berakhir di panci panas bercampur cabai dan bawang
berhias langit dengan bermacam warna layang-layang
membumbungkan kesetiaan yang tak pernah usang.
Dan akhirnya angin menyentilku bercengkerama
tak henti berlarian di letupan buih segara
berair jernih sepadan air minum biasa
membuatku tak ingin beranjak kemanapun jua.
Sembari menunggu janji, untai kalung di dada
yang satu persatu kau pintal di pantai Tirta Samudra
tempat di mana aku menemukan tambatan jiwa
karang yang berharga dari ribuan butir mutiara.

Surakarta, 9 April 2013
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Pantai Tirta Samudra
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top