Pemandangan di Rumah Sakit Bersalin 1965

Rumah bersalin itu menyalakan lampu persis pukul lima. Di situ kamu lahir, ketika magrib hampir tiba. Saat itu, kamu sedang mendengkur, dan kami sedang membaca Solzhenitsin.

Aku dan ibumu mencoba mencari angin. Angin sore yang jahat tahu-tahu menyelinap masuk, membuatmu bersin.

Aku meraba dinding. Ada suara empedu yang berdenting dan kaca berkeping-keping. Ibumu ganti meraba jantungku. Ada suara kaca di sela paru gemerincing.  Menggendong kamu, dia  menjerit, menyembunyikan tangis dan tergesa masuk kakus. 
Tapi suaranya dilindas truk.

Esoknya, tak ada yang kita ingat, kecuali jalanan sunyi. Hari berlalu dengan tenang tanpa dosa sama sekali. Sampai  saat ini, tak pernah ada yang memberitahu: apa gerangan yang pernah terjadi pada hari itu. Teror? Kudeta? Kudeta di dalam Kudeta?

2012
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiPemandangan di Rumah Sakit Bersalin 1965
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top