Pemandangan Hujan Malam Hari

Hujan malam hari meletakkanku di pucuk pohon persis di atas jendela rumahku. Rumahku tampak kecil seperti kardus. Di dinding, diterpa temaram lampu, tergantung gambar adik, foto kakak, dan fotomu saat diwisuda.  Di kamarnya, Adik mematut-matut kaos baru. Dia gelisah karena kaos kebesaran, sehingga dia seperti siput. Di kamar lain, Kakak bermain Ipad, dan sesekali memekik. Aku melongok ke arah jendela. Di kamar mandi, kamu sedang mengapung di bath-up yang wangi. Karena terpesona, aku terpeleset ke dekat kloset. Kamu terkesiap membuat sabunmu yang wangi tersungkur ke bawah keset. Seekor kucing melesat. Kakak tergesa masuk kamar mandi dan ikut mengapung di bath-up sambil bermain Ipad. Adik yang sedang mencoba kaos baru juga ikut masuk ke kamar mandi.  Semua wajah di bath-up tampak keruh seperti awan hendak hujan. Angin melaju di kaca yang berembun oleh air hujan. “Ayo, kita mandi bersama di bawah hujan,” kataku memecah kesunyian. Kakak memekik menutup mulut. “Astaga, ayah telanjang,” seru Adik. Aku tersipu. Kulihat di kaca jendela, bayanganku yang tak memakai celana dalam,  petentengan dengan gagah. Hidup  memang porno.

2012
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiPemandangan Hujan Malam Hari
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top