Pematang Rindu

Ingatanku tertinggal di lintang pematang
antara berpasang bangau putih berlari riang
dan wangi nasi liwet, kau bawa dalam rantang
segelas teh melati menjadi penutup hidangan
juga sipu ayumu, adinda. kesiup rerumputan.

Kita menyaksikan ribuan capung berdendang
bawah awan teduh di pucuk padi yang kemuning
hingga hari merangkak senja, kita bergandengan
menyapa ikan-ikan sungai sebelum malam tutup tirai

Jauh sudah akang bertualang menerjang kota-kota
tetapi pada waktu gemerincingnya gelang kakimu
belum sempat melarikan diri tertangkap lebih dulu

Ah... serasa kutelusuri kembali senandung sawah
dan gerai rambutmu yang membuat lembayung malu
menyeretku pelan-pelan,  pulang ke pematang rindu.

Cilegon, 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiPematang Rindu
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top