Penyair Kami, Mati

Identitas yang dikaburkan
para penyair yang dihancurkan
lekang dimakan gertakan
tidak gentar pada ancaman

Baginya lemah
isi dada kami adalah tanah
perut ini penuh baluran lendir
dan darah,
keluar meminggir dan tersingkir

Peluru bukan amunisi
dan intimidasi berjajar mengiringi
suara-suara samar yang berlalu
memuntahkan getah di kupingku.

Himne yang kami dengar amat busuk
memaksa kami mengangguk-angguk
jika tak tunduk
dada tertusuk
anak panah yang mencari induk
suara mereka haram
gema terbungkam
oleh usia temaram
terkenang bagai lilin padam
muka memucat muram.

Surakarta, 1 April 2013
"Puisi: Penyair Kami, Mati (Karya Kinanthi Anggraini)"
Puisi: Penyair Kami, Mati
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top