Perjalan Kemarin
(Bersama Kang Omat)

Kemarin kita satu kereta. Di gerbong lima
dari stasiun Merak ke Tanah Abang.

Matamu menelusup antara tubuh penumpang
yang berdesakan. Lalu mengerdip: berpaling
ke arah jendela - ke pemukiman-pemukiman itu
- dengan sedih.

“Kita masih sangat muda untuk mengalah...”

Katamu terbata. Dan aku tahu dalam pikiranmu,
tugas-tugas kuliah serta nilai-nilai katrolan
menjadi monster seram dan kau takkan bisa lari.

Di hari depan, kau dibayangi oleh kemungkinan:
sarjana-sarjana lulusan negeri nan malang ini
harus memilih, jadi pengangguran, penipu, atau
pelacur yang mati bunuh diri.

Senen-Merak, 2013
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiPerjalan Kemarin
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top