loading...

Perjalanan Bersama Penyair
(: Nathalie Handal)

Apa yang gemetar di bibirmu
padahal ombak belum
memukul pulau yang damai
merobohkan bangunan-bangunan
termasuk ruang perjumpaan kita malam ini
menuju panggung puisi
sepanjang perjalanan Ubud-Sanur
kita takzim mendengarkan musik ponselmu
lagu-lagu Umi Kalsum dan Fairuz
kita berdiam di Pulau dewata
namun seolah berada antara Ramallah dan Gaza
sehingga kata-kata saat kau bicara
bibirmu gemetar dalam ujar:

“Rumahku telah rata dengan tanah, di Palestina
yang tersisa hanya puing masjid dan gereja
dan di sini, kenangan membadai
di dalam kepala”

Apa yang gemetar di bibirmu 
membawaku kepada getar-getar waktu
di situ aku terkapar merekatkan kening
ke tanahmu sujud yang bising
oleh lemparan kerikil, pesawat, bom,
senapan, dan teriakan seorang bibi
mengazani anak yang mati
sepanjang perjalanan Ubud-Sanur
musik ponselmu berhenti diputar
aku diam di hadapan deklamasi puisi
penyair perempuan: adalah kau
bibir yang gemetar melafalkan 
nama rumahmu yang dihancurkan.

Ubud, 2015
"Puisi Raedu Basha"
PuisiPerjalanan Bersama Penyair
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top