Ratih

Hingga kota lengang kau masih terdiam di tepian
mengintai jejak binaran dalam keremangan malam
mengais kepingan waktu, terbang hinggapi ingatan
lantas pecah, berserakan melukai dua bola matamu.

Di seberang lampu jalan, lelaki berupa wajah menanti
telanjang mengatur strategi untuk meranjangkanmu
sebelum kau lelah menyulam rasa atas sebuah nama
pulanglah... pada saat-Nya nama lain akan bertandang.

Terlalu panjang benang yang meyulamimu, Ratih
sulaman itu, usaikanlah pagi akan segera datang
banjaran pemuda menunggu di rebahan jiwamu yang karam
gemeletak sumpah serapah, sesak dadamu meleretkan darah.

Seonggok jarum, sehelai benang
sudah penat hasratmu menenun diri
tapi kau tak hendak mengucapkan salam.

Cilegon, Banten
21 Desember 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiRatih
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top