Sajak Kematian

Di persimpangan jalan
banyangmu menghadang
lantas angin berbisik :
ia inginkanmu mati.

Dadaku berlubang
setiap tetes darah seperti denting piano
merdu
nafasku terpenggal
semakin merdu mengiringi kematian.

Cilegon, Banten
20 Oktober 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiSajak Kematian
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top