loading...

Sebuah Doa untuk Malam ini

Sembilan februari dua ribu dua belas, sebuah pinta dari aktivis mahasiswa jambi 
"malam ini kawan, mari berdoa agar SBY terusir dari tanah jambi" katanya.

Jadi teringat seorang kakek yang membawa gerobak sampah mengelilingi kota, baginya pidato presiden tak lebih dari ladang subur, sebab sampah-sampah berserakan di mana-mana, ia tak pernah digelisahkan oleh kemenangan siapa pun!

Aku begitu iri padanya, meluluh sosok ke lorong-lorong kumuh dan tidur di atas kardus di bawah purnama. Lantas sebuah angin mengirimkan gumamnya padaku, katanya ia kerap berdoa, ya! Satu doa untuk mengalungkan kembang hitam di atas nisan presiden sebelum ia terkubur umur.

Duh gusti...! Salah siapa, siapa yang salah? Kita telah bosan mencari jawaban selain berdoa, sedangkan anjing-anjing dibiarkan membuang liur di mana-mana, kadang kita pun turut di belakangnya, kadang berbulu dan membuang kotoran di wajah sendiri. Lantas menangis di kamar mandi, bersikeras bersuci sedangkan dalam ember hanya ada air kencing!

Cilegon, Banten
9 Februari 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiSebuah Doa untuk Malam ini
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top