Secarik Kenangan

Pertemuan itu tak pernah dirancang
Hanya karena saling iseng
Tiba-tiba kita ingin bertemu.
Lagian, apa salahnya berkenalan?

Dua jam aku menunggu
dari waktu yang dijanjikan
Jantungku seperti berpacu dengan waktu.
Jalanan macet, Sayang. 

Sayang? Hm. Kita tak pernah saling kenal.
Apalagi bersisian, dan menyentuh kulitmu.
Kamu hanya membaca puisi-puisiku di koran
lalu ingin kenalan. Puisimu bagus. 

Baiklah,  aku tetap menunggumu.
Menunggu adalah pekerjaan membosankan.
Arlojiku terus berderik-derik
Rongga waktu berjalan lambat seperti sepatu. 

Tiga jam sudah aku menunggumu. 
Empat cangkir kopi berlalu. Waiting for Godot? 
Aku toh tetap menunggumu 
meski hati disungkup kelu.

Lima jam akhirnya berlalu tanpa terasa.
Kita akhirnya bertemu.
Wajahmu merah karena tersipu. Mungkin juga pipiku.
Tulislah puisi untukku.

Kita pun berkenalan. Pacaran, dan putus!
Kamu menikah dengan seseorang
Aku menikah dengan seseorang.
Bukan karena aku tak mencintaimu, Sayang.  

Kenangan hampir 30 tahun itu,
kini membeku oleh waktu.
Hidup tak pernah menangis
untuk sebuah perpisahan.

Desember, 2014
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiSecarik Kenangan
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top