loading...

Seekor Kucing Hitam
(Si dia)

Seekor kucing hitam mengeong berkepanjangan
Perempuan itu mencopot pakaiannya
menyerahkan tubuhnya:
untukmu, katanya, hanya untukmu
Suaranya parau, seperti leher burung terkena pisau

Lalu dia memadamkan lampu,
dan rebah di ranjang
seperti sebilah pedang

Lalu malam bertemu siang
Peluh pun jatuh berleleran
Setelah bergulingan semalaman.
perempuan itu kembali pada suaminya,
Dan si lelaki kembali pada istrinya
hidup jalan terus seperti lazimnya

Hanya mereka terlanjur hafal tahi lalat mereka
Satu di pantat kiri, satu di dekat kelamin,
Sebuah tanda lahir di dekat payudara
Juga sebuah kenangan yang mengapung di tengah samudera.
Juni, 2009
"Kurniawan Junaedhie"
Puisi: Seekor Kucing Hitam
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top