loading...

Selingkuh

Hujan turun menggandeng sinar matahari
tanpa selimut awan menembus yang menaungi
selayak kuntum bunga yang aku pegangi
telah jatuh tanpa ada yang memandangi

Seharian aku menunggu di ufuk senja
namun sial akhirnya kau tak datang jua
berharap membawa sebongkah semangka
yang biasanya kita makan berdua.

Barangkali kau berada di kaki perjalanan
menuju rute lurus berbelok ke perumahan
rumah di mana aku menghabiskan cemilan
yang belum habis selama sepekan.

Seringkali kubolak-balik pergelangan tangan
berharap waktu menggandengmu ke halaman
tapi ternyata kau masih bertiarap tanpa beban
mendengkuri seseorang yang tak pernah kupikirkan.

Kudapati bulan merobek suratku
tatkala bintang mencaci maki langit biru
memandangi kamarku yang mendadak bisu
selayak nyawaku tercabut tanpa kehadiranmu.

Akhirnya malam mengelus kening dagu
menasihati hati kecilku yang menunggu
memeluk angin semalaman tanpa syal ungu
menggigil di sudut tembok berwajah kelabu.

Surakarta, 2 April 2013
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Selingkuh
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top