Tak Ada Yang Hilang
(mengenang 14 tahun ditinggal ibunda)

Tanpa sayap, ibu terbang ke angkasa. Hati, jantung, paru-paru dan ginjalnya pergi bersamanya. Kulihat ibu masuk ke dalam gugusan awan. Awan itu tampak seperti kapas. Ditembus ibu sesukanya. Ibu terus melayang menuju matahari yang perih itu. Ia melesat jauhnya sekitar 10.000.000 tahun cahaya. Menyusup ke dalam ruang-ruang  gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Aku tercengang. Ibu yang dulu penakut, kini dengan gagah pergi sendiri ke tempat asing. Ibu tak menggubris tangisan kami. Jiwa, hati, tubuh dan semangatku pun luruh terhisap bersamanya. Tapi diam-diam  jiwa ibu tak jadi menembus panas matahari yang perih itu. Setelah melejit, ia menikung, lalu melesat jauhnya sekitar 10.000.000 tahun cahaya masuk ke dalam jiwaku. Sesungguhnya ibu tak pernah pergi. Ia menjalar di bawah kulit & aliran darahku. Sampai sekarang.

17 September 2009
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiTak Ada Yang Hilang
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top