loading...

Tamasya

Tuan, sudikah kau kuajak bertamasya
di sana ada sedebur ombak minta direnangi
kan kutunjukkan padamu karang-karang
dan ikan-ikan yang mati.

Lepaskan sepatumu, seusai hujan jalanan berlumpur
kita sisiri bilik-bilik bambu, sesekali tengoklah
dari lubang bilik anak-anak tengah menahan lapar
menanti bapaknya pulang membawa sesuap kehidupan.

Mari kita nikmati wangi oli
dan pijaran mentari yang letih
larungkan pangkatmu ke laut
Maka, kau akan mendengar
jerit nelayan menyeru namamu
tertimbun tumbukan sampah pantai.

Sebelum pulang, catatlah di sisa putih hatimu
agar kau tak lupa dan kuajak bertamasya lagi.

Cilegon, Banten 
17 November 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiTamasya
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top