Tanah

Diraupnya segenggam tanah dari halaman tanah 
airnya
Diraupnya dari bungkahan pematang sawah 
ladangnya
Ditempelkannya di dada menyambut degup 
jantungnya
Sambil melangkah menghapus lelehan air matanya.

Begitu banyak orang kalah
Begitu sering orang menyerah.

Dari puncak menara
Menatap bumi kecintaannya
merenungi oase-oase air mata
Yang tak kering dalam kerontang melata
Di bawah kerlap kerlip lampu beragam cahaya
Dalam tangis yang dipendam ia berteriak:
Merdeka.

Jakarta
Juli, 1995
"Puisi Putu Oka Sukanta"
PuisiTanah
Karya: Putu Oka Sukanta

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top