Terlarang
(: Wiji Thukul)

Suara beradu menggelegar
bersama gerak mulut menggelepar
tangan-tangan yang bergetar
yang belum sepenuhnya gentar

kami beradu argumen
di antara dinding semen permanen

sementara tak beradu mata
namun kami beradu kata
kata yang dipasung
diobrak-abrik tak keruan

kau hanya ingin aku menyaksikan
permainan adegan di pelataran
dengan segala bualan kepemimpinan 
mengubur dan mengintimidasi papan
dimana pun sepanjang kau berjalan

dengan senyum hanyut pilu
menimbun tubuh bersama tulisanku.

Surakarta, Januari 2014
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Terlarang
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top