Bisnis

header ads

Puisi: Tolong Pak Presiden Baru (Karya Putu Oka Sukanta)

Tolong Pak Presiden Baru

Tolong hati-hati membawa pantat
jangan sampai basah kebanyakan dijilat.

Tolong hati-hati membeli kacamata
jangan salah pilih kacamata kuda.

Tolong sering-sering memeriksakan gigi
jangan sampai taring memanjang sendiri.

Tolong buatkan instruksi khusus
agar wajib memasang perangkap tikus
di tempat kerja dan di dalam dada.

Tolong wajibkan setiap pagi senam kepala
menengok ke kiri kanan, ke belakang ke muka
ke atas dan ke bawah, bagi orang kaya
tidak terkecuali polisi, politikus dan tentara.

Tolong Pak Presiden Baru ingatkan para lelaki
jangan lupa diri
agar ingat neneknya perempuan
agar ingat ibunya perempuan
agar ingat istrinya perempuan
agar ingat pacarnya perempuan
agar ingat punya anak perempuan
(maaf temanku yang gay, dan yang lesbian
ini simbol, bukan hanya perkelaminan)
kan kita tak akan ada kalau mereka binasa.

Ah belum apa-apa terlalu banyak aku minta tolong
maksudku baik, agar jangan melupakan orang minta tolong
atau hanya dianggap anjing melolong.

Sekali lagi, aku minta tolong
jangan banyak berucap lho
masih banyak aturan diskriminatif lho
menjadikan aku tetap tahanan lho
tolong jangan tinggal lho
'palagi hanya berucap lho.

Tabik Pak Presiden Baru
aku akan sering kirim puisi
tolong jangan dibalas dengan mengirim polisi.

Jakarta
September, 2004
"Puisi Putu Oka Sukanta"
PuisiTolong Pak Presiden Baru
Karya: Putu Oka Sukanta

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar