Agustus 2018
Badut

Ketika aku berselisih dengan ketuaan
sinting kau meminta datang gempa gemuruh
air bah, meletus gunung, dan puting beliung
membalikkan tawarikh matari yang muncul di timur
agar kau tegap dan bergairah seperti hari yuwanamu.

Banyak cara orang menjaga keperkasaan
tapi gila dan konyol mengharapkan kemudaan
Hai badut yang tak berbakat, turun dari mimpimu
panggung teater hanya buat para aktor.

Ifrit Casanova jika kau lelaki
ifrit Mesalina jika kau perempuan
dapatkah kau ganti dengan memandang dalam ingatan
tegar Yusuf terhadap istri Potifar pengawal Firaun
tegar Maria Goretti terhadap pekerja kasar Allessandro

Mari, silakan masuk di rumah ini
kuceritakan padamu tentang keluhuran
yang sama-sama belum kita punyai. Mana hatimu
Punyaku terbuat dan bahan lentur, mau mendengar.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiBadut
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Celaka 13

Kalau jalanan macet pada jam 18.00
padahal mobilmu korslet lampunya
dan di garis E bensinnya
lantas kau kebelet mau berak
celaka 13 kaulah yang paling sial
seperti berada di ambang kiamat setengah.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiCelaka 13
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Kosong

Kosong di luar
Kosong di dalam.

Di luar kosong
Di dalam kosong.

Ku berjalan tetap kosong
Ku berlari kosong tetap
Ku tertatih kosong pula.

Lalu berdoa, Tuhan jangan Kau Kosongkan hati ini
Amin...

2008
"Puisi Remy Sylado"
PuisiKosong
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Origo Mali

Kita mesti mendirikan keberanian di hati
menolak pemaksaan cinta dari aksara-aksara
sebab betapa banyak sudah terlestari
api kecemburuan Kain pada adiknya
dalam undang-undang, pidato, khotbah
pakaian kebesaran yang menutupi rasa malu

Khayal segala khayal bergairah di pesta lapar
namun siapa sanggah kejahatan juga merajalela
saat seseorang menjadi kaya dan kenyang?

Kalau mulut kita sekonyong kelu
makanan kita bukan lagi nasi
tak ada sambel yang merangsang selera

Jangan kira kemuliaan berada di dalam kaca
membiru jauh di batas mata yang menyerah
kita mesti temukan aksara-aksara baru
dan membuatnya jadi tangga kearifan.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiOrigo Mali
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Telor-Telor

Dua telor
martabak spesial.

Tiga telor
martabak istimewa.

Empat telor
sepasang homoseks.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiTelor-Telor
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Mintakat

Mawar mau mati dilupakan boleh
juga harum melati tak diingat lagi
asal jangan tinggalkan hati tengah mekar
didatangi hembus suara dari timurnya timur
yang harumi langkah anak terhilang yang kembali.

Aku
dendam yang istirahat namaku
lama meniru jadi anjing rumah
memakan yang diparabi tuan
dan mencakar sampah tetangga.

Wahai anak sulung jika namamu adat
akan ditulis di buku harian anak-cucu
budi orang cemburu yang carut oleh umpat
sama mampetnya dengan comberan perkotaan tua.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiMintakat
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Jarum Waktu

Kalau takut pada masa lalu
jangan pindahkan matamu di belakang
selagi ada benderang terang dari depanmu
cuma Semar yang tahu Bagong bayangnya.

Kita hanya punya sedikit alasan untuk berani
sisanya pertimbangan akali atas kesempatan esok.

Jemputlah kemuliaan pada sifat penyerahan
bangun kemauan percaya, senjata atas rohmu
Kalau kau mau takut, takutlah pada masa datang
ia hanya nama dari masalah jarum waktu
Tapi jembatan yang bawa kita ke cita-cita.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiJarum Waktu
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Meretas di Atas Batas

Aku mau berdiri
Berlari
Mengejar matahari.

Rumput-rumput terdiam
Melihat keheningan alam.

Ada manusia kecil lahir dengan tangis
Ada manusia besar melihat dengan binar.

Ia pun bertanya
Untuk apa ia dicipta?

Kuingin tegar
Bahwa hidup kita
Akan kembali seperti ada
Berakhir dengan tangis
Atau bersudah dengan cahaya.

Meretas di atas batas...


"Puisi Remy Sylado"
PuisiMeretas di Atas Batas
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Jerit Sandal Jepit

Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia.

Ia kembali bersujud...

Jiwa terasing dalam dunia bising
Diinjak, remak, permak
Lalu kiamat
Ia tamat.

Lalu, ia kembali bersujud...

Di celah-celah sudut sempit terhimpit
Manusia seperti sandal jepit menjerit-jerit
Pohon-pohon pun tertawa
Tertawa melihat manusia.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiJerit Sandal Jepit
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Lokasi Hotel yang dekat dengan bandara memang menguntungkan. Selain akan menjadi pilihan terbaik untuk mengantisipasi keterlambatan masuk pesawat, juga karena makanan di pinggir bandara tergolong murah. Dan kalaupun pesawat datang di waktu yang mendesak, itu tidak akan membuatmu terhambat menuju bandara.

Tentu saja kita tidak mau sampai ketinggalan pesawat. Jadi, hotel ini akan menjadi opsi pilihan yang lebih baik. Lagi pula, fasilitas antar-jemput menuju bandara di hotel seperti ini tarifnya sudah pasti lebih murah. Mau tau hotel apa saja yang berada di dekat Bandara Ngurah Rai Bali? Dengan harga 300ribuan saja? Yuk catat dulu nama hotelnya.

5 Hotel Dekat Bandara Ngurah Rai Bali

1. Anika Melati Hotel and Spa

hotel di bandara ngurah rai bali

Hotel ini merupakan hotel bintang 3 yang berada sekitar 500m dari Bandara Ngurah Rai. Tersedia 15 kamar tamu yang nyaman dan luas dengan budget harga sekitar Rp. 250.000/malam. Ada banyak fasilitas standar yang diberikan pengelola hotel, yang menjadikan hotel ini murah meriah dan mewah. Para pengunjung juga bisa menikmati kolam renang gratis dan spa tubuh.

hotel dekat bandara ngurah rai denpasar bali

Selain dekat dengan bandara, penginapan ini juga dekat dengan Waterbom Bali, Kuta Square, dan Ku De Ta. Tentunya kamu jadi makin hemat biaya. Kalau kamu ingin mandi di pantai juga bisa, kebetulan penginapan ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki ke Pantai Jerman. Lengkap dan komplit, bukan?!

2. The Airport Kuta Hotel & Residence

hotel di bandara ngurah rai

Hotel ini memiliki tawaran yang menyenangkan dengan berbagai fasilitas internet gratis dan juga terdapat bar di lantai paling atas. The Airport Kuta Hotel lokasinya juga cukup strategis dengan akses hanya 5 menit dari Bandara Nguah Rai. Jaraknya sekitar 0,87km. Harganya pun tergolong cukup murah, sekitar Rp. 184.500/malam.

penginapan di bandara ngurah rai bali

Walau harganya murah, penginapan ini memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan penginapan mewah. Ada penyewaan mobil atau motor juga loh, bahkan penukaran uang juga tersedia di penginapan ini. Di atap penginapan juga ada Longue Bar yang bisa digunakan untuk bersantai. Sungguh sayang kalau dilewatkan, bukan?!

3. Te Quiero Bali

Hotel Dekat Bandara Ngurah Rai Bali Murah

Hotel ini hanya berjarak sekitar 8 menit saja dari Bandara Ngurah Rai kalau ditempuh dengan berjalan kaki. Hotel Te Queiro Bali ini memiliki fasilitas yang terbilang cukup lengkap, memiliki  restoran dan wifi gratis. Di setiap kamarnya juga dilengkapi dengan TV dan AC. Harganya sekitar Rp. 80.166/malam.

penginapan di bandara ngurah rai

Dengan harga yang murah tersebut, hotel ini juga menawarkan jenis kamar untuk bersama-sama loh! Seperti kamar tumpuk pria dan wanita. Kalau kamu ingin penginapan hemat bersama teman, tentu saja hotel ini sangat direkomendasikan untuk kategori hotel dekat bandara harga super murah.

4. Tri Homestay

Hotel Dekat Bandara Ngurah Rai Bali

Tri adalah sebuah homestay yang menjadi penginapan favorit para wisatawan asing karena tempatnya yang bersih dan modern. Lengkap dengan fasilitas kolam renang gratis juga. Harganya sekitar Rp. 289.000/malam.

penginapan dekat bandara ngurah rai denpasar bali

Jika dilihat dari fasilitas dan harganya, mungkin penginapan ini hanya cocok untuk dijadikan tempat menginap bagi para backpackeran, tapi siapa sangka ada juga artis Indonesia yang menginap di sini. Kebayang, dong, gimana serunya menginap di sini?!

5. Chillin Kuta Homestay

5 Hotel Dekat Bandara Ngurah Rai Bali

Chilin Kuta berjarak sekitar 750m dari Bandara. Homestay ini terbilang spesial karena memiliki empat tipe kamar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan para wisatawan. Untuk tipe kamar yang paling murah harganya sekitar Rp. 202.702/malam.

hotel di bandara bali

Penginapan ini termasuk dekat dengan Jalan Legian. Yang mana setiap malam selalu ada club malam dan berbagai night event yang mungkin cocok untuk kamu dinikmati. Tentu kamu akan mendapat hiburan di sini, dan juga tempat belanja malam yang bisa kamu kunjungi. Tunggu apa lagi?!


Bagaimana dengan 5 Hotel dekat Bandara Ngurah Rai Bali yang sudah kami bagikan di atas? Bisa jadi pilihan tempat menginapmu selama di Bali, kan?! Ingat loh, walau harganya tergolong murah meriah, tapi fasilitasnya tidak kalah dengan yang mewah. Tunggu apa lagi? Yuk, liburan ke Pulau Dewata?!
Tamasya dalam Gelap

Kita tak pandai lagi membedakan
Ketakutan dalam bicara atau bicara dalam takut
Mengadakan yang tiada atau meniadakan yang ada
Kehidupan yang jahat atau kejahatan yang hidup
Kekuasaan yang kejam atau kekejaman yang kuasa
Menjanjikan keadilan atau keadilan yang menjanjikan
Pemerintah yang keras atau kekerasan yang memerintah.

Kita telah menjadi beo dalam sangkar
Menyanyikan yang tak bisa dinyanyikan
Mengharapkan yang tak bisa diharapkan
Menghitung waktu yang tak bisa dihitung
Mati dalam anganan
Mati dalam dambaan
Mati dalam cita-cita.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiTamasya dalam Gelap
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Dari Cinta Orang Bermusuhan

Awan segala warna membalut mata
ada sebuah jendela di atas langit
dibuka sepasang tangan yang terluka
melambai-lambai memanggil namaku
Simfoni panjang yang tak juga rampung
memadahkan komposisi angka-angka abadi
pada kegelisahan murid-murid mubtadi.

Aku terangkat lurus menuju bimasakti
terbang melampaui bintang-bintang
padahal aku tahu cuma satu bintang
yang pernah menuntun majus di timur
menemukan jalan paling sederhana
di antara cadas dan onak duri
Maunya satu biola di jemari maestro
dapat membujuk sukma pada penyerahan
melupakan dalil-dalil anak sekolahan.

Engkaulah sosok yang membawa cinta
dan orang-orang masih terus berbencian
mempersoalkan ketulenan dan kepandiran
Kalau bah datang tanpa perjanjian bianglala
biarlah airnya perkasa menghanyutkan
warisan kesombongan raja-raja tua.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiDari Cinta Orang Bermusuhan
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Jalan Sendiri

Aku ingin tersesat di jalan yang berulang
kulalui sendiri sejak usia teruna
siapa nyana datang kereta penjemput
membawa atmaku ke rumah tanpa pintu
yang angin hilang bisanya di situ

Kucampakkan ragaku di lembah
yang dijaga arwah para datuk
tak peduli berubah besok jadi jalan
dilewati bising kendaraan saling ngotot
kerna bukan jisim yang diadili di rumah tanpa pintu

Kenyang sudah aku disingkir kerabat
sekarat sebagai serangga tanpa sejarah
jika diingat disebut namaku nila
lalu menyebut nama mereka susu
Biar, kulupakan kecemburuan anak sulung Adam
sendiri mengatur jalan ke rumah tanpa pintu
masuk dalam hari-hari tanpa menghitung hari-hari.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiJalan Sendiri
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Cadangan Hati yang Menyerah

Di antara pendakian yang terjal
dan susah mencapai puncak berkabut
Edelweiss yang cuma di bawah lutut
mewartakan keagungan dalam kuningnya
Gelisahku surut aku tafakur.

Hatiku adalah ruang berwarna bening
kubiarkan menjadi kanvas kosong
yang menyerah dilukis pelukis
Adegan-adegan cinta kasih

Jika burung giring-angin terbang ke timur
aku tidak takut pada ancaman perang
Harapan adalah cadangan hati yang menyerah.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiCadangan Hati yang Menyerah
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Siluet

Aku terombang-ambing
dari bimbang ke bimbang
bagai anak domba tersesat
dalam hutan peradaban
- naam, begitulah.

Yang ingin aku ketahui
sampai di mana jauhnya jauh
dua kaki melangkah dalam gulita
sedang maut di besok hari amat terang
kucatat itu dari khazanah sejarah kemarin
dengan kekuatan  yang tak pernah menyerah
terhadap kutukan yang paling sejati pun
- naam, begitulah.

Kenapa aku ingin mengetahui
wujud alam yang kasat-mata
di mana kepalaku goyang
badanku diam
di atas perahu dalam danau
sudah oleng oleh pawana pagi
tidak melihat di dasarnya sana
bangkai-bangkai kedengkian hati
membingkai pikiran-pikiran tahir
- naam, begitulah.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiSiluet
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Sajak Lipan Seribu Kaki

Lapar telah menghilangkan sopan santunku.
Maaf aku 
kira darah dagingku belum merdeka.
Lupa 
pekiknya telah bertahun kuucapkan.
Di kelas 
tempat aku ditempa membenci penjajahan.

Apa 
matamu bisa tembusi ceruk sukmaku?
Padahal 
nuraniku dikepung barisan rupiah.
Kusaksikan 
hari ini tiada lagi malu pada kemaluan.
Kalau 
harus ada yang tersisa, cumalah air mata.

Tak 
kering walau ditiup angin 9 penjuru.
Akulah 
lipan, kakiku seribu, terus berjalan.
Tidak 
binasa walau ditindas digencet ditumpas.
Yang 
mengikat pinggangku memang azimat nenek.
Tapi 
namanya cinta kasih - jangan sampai berubah.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiSajak Lipan Seribu Kaki
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Menuju Jalan Khalwat

Perisai perangku telah remuk oleh gada musuh
dan rusak berantakan pagar di muka halaman rumah
rusak juga tanaman-tanaman yang menyenangkan mata
kembang kana kembang negriku khatulistiwa
Tapi aku sama-sama tidak tahu siapa musuh
yang begitu mempermainkan alur takdir
kabur sosoknya meski tampak sinambung geraknya
bagai nyamuk-nyamuk luhya yang tetap mengisap
di hari-hari samanta kemarau Juli-September
tinggal tunggu waktu perutnya pecah oleh darah
jika dua telapak ditepukkan dibekali umpat.

Sementara kupanggil ketabahan mengganti perisai
kalau badai belum reda di selatan
kalau topan masih gila di utara
dan cuaca dimain-mainkan di barat
lantas kita menerimanya sahih di timur
antara pencarian kadasih di penemuan keraguan.

Sebut ungkapan sandi pada wara
setiap angka dalam hitungan jari
dapat menunjuk kemarahan dengan umpat
dapatkah kemarahan menunjuk ketabahan dan reruntuhan

Kupilih jalan sederhana menuju khalwat
merenung betapa 100 kali sambungan tinggi monas
masih kurang dan panjangnya ketinggian satu hati
pada keterbelengguan manusia dengan kesombongannya
Ah, barangkali aku lebih mesum dari nama semua musuh.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiMenuju Jalan Khalwat
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Salju di Puncak Jayawijaya

Seperti daun cemara di salju Jayawijaya
tetap hijau dalam kabur keputih-putihan
Begitu puisi yang lahir dari ilham cinta
tetap hangat oleh pengharapan-pengharapan.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiSalju di Puncak Jayawijaya
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Kristen-Islam

Anak-anak Ibrahim
adalah jalan kereta api
Satu rel di kiri satu rel di kanan
Panjangnya sama pendeknya sama
Tidak menyatu tetap menunggal
Haleluyah! Alhamdulillah!

"Puisi Remy Sylado"
PuisiKristen-Islam
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Menghitung Ufuk

Berapa ufuk yang aku kenal
Adakah di situ mengalir mata air
yang mengenyangkan dahagaku akan rasam
kesunyian yang aku cari
adalah harapan yang aku damba.

Tengok betapa kebal
Di semua ufuk aku tuliskan puisi
tentang segala musim adalah musim tak tersingkir
Dalam kemauan pada kesunyian
aku temukan kenekatan menyendiri.

Sendiri menghitung ufuk
yang kutinggalkan bersama air mata
Sendiri menghitung satu kiblat
yang kutuju membebaskan duka.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiMenghitung Ufuk
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Sajak Ember-Ember
(Tentang Kerusuhan Mei 1998)

Di tengah kerusuhan Mei di Jakarta
orang-orang membawa ember-ember
menyirami api supaya nyalanya padam.

Ada orang yang ikut membawa ember
menyirami api supaya nyalanya padam
tapi nyala api makin dahsyat berkobar
Isi embernya bukan air tapi bensin
besoknya ia disebut provokator.

Ada orang ingin menolong
tapi tidak mengenal situasi
Ada orang mengenal situasi
tapi tidak ingin menolong.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiSajak Ember-Ember
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Dengan Sukarela

Dalam diri kita
ada naluri burung
ingin bebas dari sangkar
terkurung dalam jeruji akal rekaan.

Kalau ular pandai bicara lagi
disalahkannya kita yang enggan puas
memakan bukan hanya ketika kita kenyang
tapi juga ketika kita sedang muntah.

Camkan kekasihku tapi
dalam laparku aku sebut namamu
kutulis namamu dalam susah dan senang
dan telah memenjarakan diri dengan sukarela.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiDengan Sukarela
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Karya Lukisan

Pelukis bisa bicara tentang manusia
dalam karya lukisannya
Manusia dalam karya lukisan
tak bisa bicara tentang pelukisnya.

Aku adalah karya lukisan Tuhanku
aku bisa bicara tentang pelukisku
Jika aku bicara
bicara aku dalam tafakur.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiKarya Lukisan
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Di sini Musafir Menghentikan Kelana

Di sini pelabuhan seorang musafir
“Cinta!”
Tanggal mesti keperkasaan tiruan
Lelaki tak memadam sendiri dukanya
Kekasihnya perempuannya kekuatannya
“Cinta!”
Di dalam kelembutannya mati irama
Simfoni yang memuaskan hausnya nada
Minum masih belum mengatasi indahnya
“Cinta!”
Di sini musafir menghentikan kelana.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiDi sini Musafir Menghentikan Kelana
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Mencari Gnosis

Orang mencari gnosis pada samadi
aku menemukan pada memejamkan mata
Apa engkau punya kebenaran yang lain?

Tunjukkan perdamaian jangan lewat kepandaian
betapa sering rasio hanya memamerkan kejemawaan
tetap tidak membantu kemiskinan dan rasa lapar
Apa engkau punya pembenaran yang lain?

Terburu-buru orang sering berkata cinta
di dalam kata birahi tak pernah terkata
setelah berlalu gampang sekali menyala marah
Apa engkau punya kebenaran yang lain?

Setelah berpikir aku melihat ketakadilan
di dalam banyak keputusan pengadilan
orang menjual peradilan membeli keadilan
Apakah engkau punya pembenaran yang lain?



Gnosis: bahasa Yunani untuk pengetahuan positif yang berhubungan dengan kebenaran rohani, makrifat.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiMencari Gnosis
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Bakung Putih di Batu

Orang-orang yang tidur
tidak nyenyak tidurnya
tetap bangun hatinya
bangunnya kerna cinta.

Aku ingin tidur lelap dalam letihku
mendambakan perhentian di laut tanpa pulau
siapa akan membelai rambut seperti tangan kasihmu
lembut jemari bergerak dituntun naluri merpati.

Cempiang paling sangar di garis depan
juga menangis ketika cintanya mati
mana boleh aku berperan ganda selaku patung
diguyur hujan disengat matahari bungkam saja.

Aku satria yang meratap nudub hari lampau
menangis membayang ragu akan hari depan
tapi tidak mengalah tidak putus asa
kakiku seribu nuraniku wilayah Tuhan.

Di tafakur kekasih asli hadir mewakili Dia
membawa cinta dengan bunga bakung putih
tidak layu walaupun tumbuhnya di atas batu.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiBakung Putih di Batu
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Tiba di Sebuah Negeri

Mimpi-mimpi lalu
pelan nyata di tangan
tapi di hati, tetap dirinya
mendekam jiwa.

Akhirnya tiba juga aku
di sebuah negeri tanpa seorang menahan laju
semua bisu gemetar menatapku.

Aku berdiri tegak bagai menara raksasa
bendera berkibar di igal kepala
tangan mengepal seperti mencengkram halilintar.

Lalu kubaca sajak sehalnya kumandang azan
atau koak gagak, berputar-putar melayang angkasa
memerhatikan semesta.

Pada kedalaman dadaku ranggas
tak kusangka negeri ini kutemukan
melebihi mimpi.

Kalut-kalut kusebut asmanya
sungguh kuterkesiap
serasa terbang ke ujung alam.

2006
"Puisi Raedu Basha"
PuisiTiba di Sebuah Negeri
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Misa buat Kakek

Dingin bulan penghujan
kakek adalah kelelawar yang punya malam.

"Engkau tidak tidur?"
"Belum," jawabnya.

Berpeluh di lebat penghujan
kakek adalah kelelawar yang tak punya siang.

"Engkau masih bangun?"
dia tidak menjawab.

Anak-cucu meminta misa
kakek mereka menuju aras Bapa.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiMisa buat Kakek
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Pun

Waktu aku susah
kupikir angguran jadi gila
berteriak di jalanan tanpa dipedulikan
Toh sebuah jalan gampang berubah
jadi pengadilan jadi panggung drama
memergoki semua najis yang mustahil pun.

Di manakah engkau telinga?

Waktu aku susah
kuputuskan tidak bicara
sebab membuka mulut terlalu gampang
seperti membikin kentut di klep dubur
Jadi kukatakan kepada batinku
kejahatan selalu menular
bukan dalam kemiskinan saja
tapi lebih dalam kekayaan pun. 

"Puisi Remy Sylado"
PuisiPun
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Fiil

Tak datang semut di tumpukan sambiroto
Setelah usiamu mencapai 18.250 hari, rasakan
betapa ringkas kesempatan badan ditemani nafas
Dakilah jalanan menanjak selagi kakimu tegar
sebab sengsara ikab bukan pada rapuhnya tubuh
tapi kerinduan masuk ke terowongan lajur waktu
mengulang ikhtisar keindahan-keindahan masa lalu
Ia tak kembali, menuruti janji matahari pada bumi
saban pagi muncul di timur lantas pamit di barat
kecuali kalau is hendak berkata: Sudah kiamat
dan kau punya kesempatan menemui penciptamu
dibekali seberkas catatan tentang peri fiilmu

Namun usiamu mungkin memanjang sampai 21.900 hari
atau bagaimana kalau berlanjut sampai 30.800 hari
adakah masih orang bersungguh hati memedulikanmu
menolongmu, memberimu makan, menuntunmu ke jamban
Selain penciptamu, siapa yang punya kasih sejati
Dakilah jalanan menanjak selagi kakimu tegar
dan biar ada catatan ihsanat tentang peri fiilmu
agar kau tak jadi orang asing di seberang hayat
diterima penciptamu sebagai pengantin yang kekal.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiFiil
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Ketika Mata Dipejamkan

Dari keras kepala kita belajar berperang
Mengalirkan pengalaman tenahak pribadi
Menjadi tenahak seluruh bangsa
Berakhir mudarat menjadi manfaat.

Sebetulnya di pihak mana Tuhan
Berdiri memberi restu kepada dua jenderal
Yang sama-sama berdoa meminta kemenangan.

Sering keuntungan malah mengucur di rumah kafir
Menyebabkan sejarah kebangsaan selalu ditulis
Dengan curiga curang dan sarat caci maki.

Aku bertanya terus bertahun mengharapkan simpai
Sampai seluruh rambut berubah jadi putik jambu
Jawabannya gampang ketika aku pejamkan mata.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiKetika Mata Dipejamkan
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||