Anak Samosir di Hutan Meratus

Dari Samosir, Parulian jauh-jauh menumpang bus
menuju Loksado. Rambutnya kelimis.
Bajunya baru.
Ia tiba di Desa Lumpagi
saat matahari menjelang pupus.

Di bawah pohon Meranti
yang daunnya rapat-rapat, dia bersiul.
Dan burung Serindit di dekat air terjun Jelatang, tercengang
lalu bersirobok terbang,
merontokkan bulu-bulunya.

“Slamet,” tulisnya dalam sebuah surat kepada temannya
seorang Jawa di Yogya.
“Aku sekarang sedang berada di dalam
hati Indonesia.”

Di Gunung Batu Basar, anak Batak itu teringat
teriakan ayah emaknya: Lisoi. Lisoi.

Di Desa Juhu, sekarang, sambil memandang Bukit Ketawang,
Ia merasa sedang menikmati Indonesia
dari lubuk hatinya yang terdalam.

2017
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiAnak Samosir di Hutan Meratus
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top