Citra

Sudah selesaikah air matamu mengalir
di pipi lantas jatuh di jari kaki
Kau menangis, wahai jiwa yang lembek
karena terlalu lama dijajah berhala uang
pembeli harkat dengan harga bantingan.

Kau tak sempat sadar pada pelanggaran
waris nenek-moyang yang telah pulang ke tanah
mengikuti hari-hari tegangmu sisa kemarin
berlanjut besok dalam jawaban kartu tarot
Menyebut Tuhan yang bersepakat dengan Iblis.

Hati kita sama-sama kehilangan gambar
cara menjawab di saat kita telanjang
Memudar ular di bawah kecendekiaan
yang lahir dari akal tapi beralih ke okol
betapa dekatnya timbangan cerdik dan licik.

Martabat, katamu, mengikuti usiamu
senang seketika lantas susah bertahun
dikutuk oleh baju yang mewakili kepalsuan
Jika kita merdeka, merdeka kita oleh cinta
sebab cinta melenyapkan wasangka dan 
takut
Tersenyum malaikat di kamar tidur kita.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiCitra
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top