loading...

Di Kafe

Jam 2. Kafe tenang dan menghanyutkan. Angin menyelinap masuk dari jendela bersama berkas cahaya menjelang duhur.  Pintu gemeratak berayun-ayun. Juga kipas angin yang tak henti menderu-deru.

Jam 3. Barista kafe menguap. Dua cangkir kopi di meja. Bibirmu mengatup. Tak ada pembicaraan. Hanya aroma robusta menguap ke seluruh ruangan yang hening bisu.

Jam 3.30. Kudengar hujan turun. Tetesnya menimpa genting.

Jam 8.  Kafe penuh pengunjung. Sudah terhapus segala ingatan. Hanya kenangan bersisa, di ceruk cangkir.

2016
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiDi Kafe
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top