Jalan Lora

Telah kutapaki jalan
yang tak kau tunjukkan.

Jalan terlarang dalam pesan-pesan
sakit masa silam.

Dan kutanggung rintih sepanjang derap
sebab kau pergi sebelum aku benar-benar siap.

Untuk berangkat
mengiringi kesunyianmu.

Namun lafal-lafal di dadaku
senantiasa tancap.

Kueja terus di setiap
udara kuhirup
sebagai jawab.

Bagi isyarat tanya
yang degab
dalam degup.

Bait-bait alfiah
firman-sabda singkat.

Memagari ruh
dan nur lubang-lubang tubuh.

Bagaikan rajah-rajah
bertintakan sepertigamalam.

Menulis jimat langit subuh
menjelma syair yang mendesirkan aortaku.

Namun aku
belum bisa menyiapkan kertas baru.

Bagi lafal-lafal, menjamu santri dan tamu
sebasah kalbu menulis petuah.

Tentang pahala dan loba, sebab aku
masih betah bermain di jalan ini.

Jalan yang sama sekali
tak pernah terbayangkan.

Lora: musik, celana, kopi, puisi,
dan menikahi gadis perantauan.

Ganding Pustaka, 2016
"Puisi Raedu Basha"
PuisiJalan Lora
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top