loading...

Jalan Sendiri

Aku ingin tersesat di jalan yang berulang
kulalui sendiri sejak usia teruna
siapa nyana datang kereta penjemput
membawa atmaku ke rumah tanpa pintu
yang angin hilang bisanya di situ

Kucampakkan ragaku di lembah
yang dijaga arwah para datuk
tak peduli berubah besok jadi jalan
dilewati bising kendaraan saling ngotot
kerna bukan jisim yang diadili di rumah tanpa pintu

Kenyang sudah aku disingkir kerabat
sekarat sebagai serangga tanpa sejarah
jika diingat disebut namaku nila
lalu menyebut nama mereka susu
Biar, kulupakan kecemburuan anak sulung Adam
sendiri mengatur jalan ke rumah tanpa pintu
masuk dalam hari-hari tanpa menghitung hari-hari.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiJalan Sendiri
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top