Kenangan tentang Ibu dan Tini

Ibu pergi, untuk pulang.
Begitu tulis Tini, adikku.
Surat itu basah oleh air mata.
Aku meraung dan memekik
Mengejutkan belalang di sela batu.

Malamnya, aku menulis obituari
Untuk Ibu: Sebuah sajak pendek
Tentang kenangan

Esoknya Ibu dimakamkan.
Jasad Ibu tinggal bersama akar Akasia
dan pohon Kamboja.

"Ibu sudah tenang di rumah-Nya."
kata Tini seminggu kemudian.
"Ya. Kapan-kapan ia  juga akan 
mengajak kita pulang," jawabku.

Suratku itu tak pernah dibalasnya.

Tini tak sempat mengabari
tentang kepulangannya.

2017
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiKenangan tentang Ibu dan Tini
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top