loading...

Lanskap Toba

Siang sudah pamit
tinggalkan kerangkanya yang kini tersamar awan April
Aku berdiri di pinggir Toba terasing kerna suka
menguping raja malam bergunjung bahasa angin
Kulihat gambar wajah lelaki tua di antara gemintang
menangis menetes air mata atas bibir yang senyum
di latar suara kecapi menembusi dahan cemara
Ia hendak berkata: berhenti nyanyikan perdamaian
sebab dalam kata-kata bijak acap dengki menyelundup.

Dan apabila malam tersingkir
sebab matari tidak pernah suka disaingi
aku tinggalkan pinggir Toba sebagai musafir
membawa sejumlah kepasrahan anak domba.

Aku yakin aku baru saja berdoa
di situ di mana pun.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiLanskap Toba
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top