loading...

Masa Kanak di Semarang

Bersikeras niatku hari ini pulang ke masa kanak
dalam kegilaan pada kotaku yang dua candi
di tujuh derajat Lingkar Selatan
Meminta anganan melukis ulang warna Karangayu dan Bulu
tempat minum dan merasa hidup oleh segelas es kombor
Atau mampir di Jatingaleh yang suwung tapi kecing
bersama Slamet umuk, Harto kemplu, Warno kucluk
teman kelas 5 SR Karangasem yang dindingnya gedek
setelah berpacu meluncur sepeda dari Srondol
Bebas rasanya bisa keluar malam ke dukder di Yaik
walau hanya membeli celengan dari uang celengan
Lukis, lukiskan itu dalam anganan yang tak kembali
Betapapun setiap kegilaan bisa juga jadi kebanggaan

Rumahku di bukit Simongan dikepung pring-ri
Orang melewatinya sebelum ke Sam Po Kong
Angin laut dan angin gunung di sini berpapas
Di depan, Laut Jawa, biru mendatar terlihat
Di belakang, Gunung Ungaran, biru berkeluk terlihat
Di sini, tempatku berdiri dan barangkali merenung
tenang, masih senyap seperti cerita “malam kudus”
Ini dia kampus seminari teologi, orang Texas rektornya
anaknya David, temanku, mengajar kata-kata Amerika
dari fuck you tapi juga “thy kingdom come”

Dan aku coba nalarkan apa arti pribadi ideal
cowboy dan bandit dalam satu diri
sebab merpati dan ular adalah peran
Kutanggalkan lukisan masa kanak
biar bingkainya saja yang menggantung.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiMasa Kanak di Semarang
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top