loading...

Mintakat

Mawar mau mati dilupakan boleh
juga harum melati tak diingat lagi
asal jangan tinggalkan hati tengah mekar
didatangi hembus suara dari timurnya timur
yang harumi langkah anak terhilang yang kembali.

Aku
dendam yang istirahat namaku
lama meniru jadi anjing rumah
memakan yang diparabi tuan
dan mencakar sampah tetangga.

Wahai anak sulung jika namamu adat
akan ditulis di buku harian anak-cucu
budi orang cemburu yang carut oleh umpat
sama mampetnya dengan comberan perkotaan tua.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiMintakat
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top