Bisnis

header ads

Puisi: Peramal (Karya Raedu Basha)

Peramal
(buat Mira MM Astra, dkk)

Kuberikan tanggal lahirku,
selintas bara dupa memanas telinga
kau ramal lelaki ceking sebagai cecunguk,
karma suami penindas kesetiaan istrinya
yang sudah menjelma emak-emak gendut
di pesta ulang tahun putunya yang ke-1000 kali tarikan napas.

Dada berdebar
menyiptakan kerutan kasar di dahi tipis samar
hukuman apalagi yang diturunkan hujan
pada tanah tandus halaman rumah?
Ah, aku masih punya
api untuk tungku esok hari.

Kemudian kau tanyakan tanggal lahir istriku,
ramalanmu pecah kelakar
: sepeda melintasi jalan-jalan kampung, dua roda berputar
sejajar tarikan napas yang ke-1000 kali di rongga.
kau pinta istriku menjadi rantai, kawat-kawat velg,
yang berputar lancar searus takdir bundar mengayuh pedal
sekencang mungkin di trotoar-trotoar
menuju empat mata angin.

Dada istriku berdebar
bukankah wajahnya begitu bulat
sepucat jumat keempat Zulkaidah
menyimak tutur asing peramal sesat
yang melihat tabiat
dengan menujum tanggal lahir?

Ganding Pustaka, 2016
"Puisi Raedu Basha"
Puisi: Peramal
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar