loading...

Sajak Paradoks Mei
(Tentang Tragedi Mei 1998)

Para penguasa menaruh rakyatnya dalam tempurung
Tuan menindas yang berontak mengubahnya jadi mayat
Tuan mengira badan yang mati mematikan pikirannya
Tuan pasti lupa satu hati orang yang tergusur
adalah selaksa cinta dalam seru halilintar.

Khadam macam apa tuan-tuan yang berbatik
Seperti kera yang pandai mengupas pisang
Mengulumnya sampai pipi menggelembung
Tapi menelan makanan tanpa mengunyah
lantas berak tanpa melepaskan celana.

Tuan kira kawula menjadi tolol
Hanya karena mereka memberi senyum
Tuan bakal terkejut dan mendadak kecewa
Bahwa bangsa yang dipromosi paling ramah
juga paling cekatan menjarah merampok memperkosa.

"Puisi Remy Sylado"
PuisiSajak Paradoks Mei
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top