Bisnis

header ads

Puisi: Selamatkan Slamet (Karya Dimas Indiana Senja)

Selamatkan Slamet

Syahdan, hutan dan gunung adalah titipan
tuhan, sebab proyek pengadaan
kehidupan akan dilanjutkan
di hari ke delapan

Hari dimana tengadah tangan
dirobohkan deru mesin dan uang pelicin
di sela peci kyai dan saku baju
pak menteri dan bupati

Sampai kapan kita menangisi
kebodohan, yang menjalar di ketiak
aktivis dan politisi, sebab kemahiran
menanam dan beternak
tidak dipelajari di pamflet dan televisi?

Slamet adalah rumah kita
adalah pertapaan paling wingit
dikelilingi doa-doa rimbun
tempat kepulangan paling teduh
tanpa jejak dosa dan mata air yang keruh

Lalu kenapa bau anyir luka
mesti rembes dari akar-akar pohon
dari telinga dan mata yang disumbat
oleh kepentingan-kepentingan sesaat?

Tuhan tentu akan marah
jika proyeknya mangkrak tak terurus
sementara ia selalu dikoyak
oleh tangis dan ratapan paling tulus

Anak-anak desa dengan gembalanya
dan sawah dengan sungainya
dan orangtua dengan mimpinya
dan hidup dengan maknanya

Kalender akan kering dan menua
penuh penyesalan dan kesialan
sebelum segala yang tuhan
titipkan, dijaga dan diselamatkan.

Paguyangan
Juli, 2017
"Dimas Indiana Senja"
Puisi: Selamatkan Slamet
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Posting Komentar

0 Komentar