loading...

Siluet

Aku terombang-ambing
dari bimbang ke bimbang
bagai anak domba tersesat
dalam hutan peradaban
- naam, begitulah.

Yang ingin aku ketahui
sampai di mana jauhnya jauh
dua kaki melangkah dalam gulita
sedang maut di besok hari amat terang
kucatat itu dari khazanah sejarah kemarin
dengan kekuatan  yang tak pernah menyerah
terhadap kutukan yang paling sejati pun
- naam, begitulah.

Kenapa aku ingin mengetahui
wujud alam yang kasat-mata
di mana kepalaku goyang
badanku diam
di atas perahu dalam danau
sudah oleng oleh pawana pagi
tidak melihat di dasarnya sana
bangkai-bangkai kedengkian hati
membingkai pikiran-pikiran tahir
- naam, begitulah.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiSiluet
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top