Bisnis

header ads

Puisi: Tadarus Kesunyian (Karya Raedu Basha)

Tadarus Kesunyian

Detik detik waktu
hening membeling.

Di kesunyian ini
kujumpa wujudku beringas meraba mimpi mimpi Kahfi 
dimana kutemu dirimu dalam gelap dalam sepi
menatapku begitu tajam seperti lotot elang
tapi ada sebaris kata yang tersimpan.

Entah kalimat cinta atau kerikil Ababil yang siap kau lemparkan
ke dasar badan 
aku masih tak paham.

Aku mencoba mematah sendi
meski engah meski patah
aku pasrah menumpuli bukit duri
demi menemuimu untuk kutanyakan:
Apa sebenarnya yang kau simpan?

Walau aku tak segagah Musa menerjal batu
namun kulenguhkan langkah menelusuri Sinaimu
dimana jelmamu melebihi perkasa matahari
menumpuli penglihatan
menghanguskan badan.

Aku kan terus mendendangkan tanya pada rindu
aku kan terus menyanyikan tanya pada rindu.

Walau bibir begitu luka mengeja kata
takkan henti kulantunkan tadarus sunyi
karena waktu teramat sepi
sebab tatapmu masih tak kupahami.

Sumenep, 2006
"Puisi Raedu Basha"
PuisiTadarus Kesunyian
Karya: Raedu Basha

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar