Bisnis

header ads

Puisi: Affandi Penghuni Rumah Pohon

Affandi Penghuni Rumah Pohon
(Untuk puteriku Ratna)

Andaikata
bisa berjabat tangan
menyalami para empu
perancang Candi Prambanan pencipta Lara Jonggrang
yang namanya tak tercatat
bisa bercakap-cakap seniman desa
pemahat patung kayu di Pulau Kei
andaikata -
bisa kenal seniman yang meniupkan nafas Ken Dedes
ke dalam batu gunung.

Affandi! Ini sekadar
Berandai-andai, menyatakan hormat
Kepada semua karya batin kekal
yang terus hadir seperti kenangan padamu
yang selalu dapat kujumpai
di suasana sehari-hari Yogya
tergurat pada wajahmu
di balik kepulan asap cangklongmu -

jawaban (atas tanya tak terucap):
Tebing-tebing sungai Gajah Wong
sebaik pilihan tempat kerja
dan bersamadi
sampai di akhir hayat,

berdiam di rumah pohon
perwujudan khayal masa kanak
berlindung di bawah atap “daun pisang”
dalam buaian balok-balok jati
penyangga langit, karya Tjokot
putera tradisi utama Bali.

Wajah di balik citra lukisan,
percikan nyala warna alam Nusantara
bara cinta delapan matahari
pada penghuni tebing-tebing
jagad raya petani Gajah Wong

tempatmu setiap kali kudatangi
tempatmu kusalami
di antara batu-batu
muntahan lahar Merapi.

1992
"Puisi Sitor Situmorang"
PuisiAffandi Penghuni Rumah Pohon
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar