loading...

Cinta Luput, Cinta Sepenuh

Hari sudah sore
Siap menemui ajal
Depan regu tembak
Ia membalas surat
Seorang gadis jauh
Yang belum dikenalnya.

“Silakan datang, aku menunggu bahagia.
Oleh-olehmu kunanti.”

Ia pun tertidur
Hingga lewat matahari terbenam,
Menjelang hari naas
Sebelum nanti kubangunkan
Di pagi buta - kata koran
Kata koran pula:
Ia menolak berdoa
Ia menolak didampingi pendeta
Hanya minta sebatang rokok.

Seorang murtad
Yang ikhlas?

Kata hatiku -
Setelah tidak diberi pengampunan
Ia menolak segala pengantaraan dunia
Antara dirinya
dan Tuhannya.
Amin.

1980
"Puisi: Cinta Luput, Cinta Sepenuh"
PuisiCinta Luput, Cinta Sepenuh
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top