loading...

Condition

Kami telah berharap dengan kehangatan tunas di musim hujan, dan bila kami kecewa seperti anak, tidak pun karena kebohongan lagi, hanya karena ketiadakamanan kata, perumus ingin berhubungan dalam balutan pengertian.

Juga perpisahan tiada lagi menyedihkan sejak mati sendiri tak mematikan rindu, ya, rindulah nafas yang menguap dari segala yang kami belai atau hancurkan, sejak kami melepaskan hak merasa asing di pembuangan, sejak pembuangan itu saja Yang merasakan raut senja dan fajar benda yang dilupakan dan memberati diri ....

"Puisi Sitor Situmorang"
PuisiCondition
Karya: Sitor Situmorang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top